My Diary
Jumat, 14 Februari 2014
Fendi Sugena adalah seorang mahasiswa Universitas Indonesia yang bisa dibilang lumayan pintar dalam bidangnya, dia mengambil jurusan ekonomi. Dia mempunyai 2 adik dan dia tinggal di sebuah apartemen di dekat kuliahnya. Banyak teman-teman yang menyukainya, dia baik dan suka menolong teman yang kesusahan. Dan yang lebih hebat lagi dari seorang Fendi adalah dia mempunyai banyak mantan.
Fendi Sugena bisa dibilang sudah ahli soal berpacaran. Namun yang jadi masalah Fendi adalah dia hanya bisa jadiaan dengan seorang cewek hanya beberapa hari. Dan yang paling lama cuma sebulan dan waktu tersebentar Cuma pacaran beberapa menit dan dari sini dia percaya bahwa cinta bisa kadaluarsa
Karena nasibnya itu, di kantin tempat kuliahnya teman dekatnya Fendi yang bernama Haris bilang ke Fendi “Eh kamu gak mau berpacaran lagi?” tanya Haris “Malas aku ah ris gua udah capek berpacaran lagi sama cewek” jawab Fendi “yaah jangan lemes gitu dong fan semangat, kayak aku gini yang udah berpacaran sama bessy 5 bulan” sambar Haris dengan semangat
“mungkin kalo soal berpacaran aku bukan spesialisnya kali yaa” jawab Fendi “Dan lagi pula cewek jaman sekarang tuh udah gak ada yang benar” tambah fendi “Lah si Risa cewek di kelasnya pak Sugono kalo menurut aku dia cewek bener, dia smart, dan manis” kata Haris dengan penuh semangat “Risa, minggu pertama baik, minggu kedua mulai menurun minggu ketiga putus karna saling marah” jawab Fendi sambil minum the botol “bagaimana kalo Deva?” Tanya Haris “minggu pertama baik, minggu kedua baik, minggu ketiga mulai menurun, minggu ke empat saling marah, minggu ke lima putus dengan mengenaskan” jawab Fendi dengan lemas “gila kamu sinis banget sama yang namanya cinta” bilang Haris “yaa aku nih udah expert lah sama yang namanya putus nyambung begitu” jawab Fendi “emang cewek type apa sih yang kamu mau?” Tanya Haris “aku tuh mau cewek yang mau menerima aku apa adanya dan kalo perlu berpacarannya sampai setahun gitu” jawab Fendi “ouh iya ngomong-ngomong kamu udah buat skripsi bab 2?” Tanya Fendi “ouh iya belum tolongin dong” kata Haris “sip!!!” jawab Fendi
Esok harinya Fendi sedang di sebuah café yang penuh, dan dia duduk sendirin. Lalu ada seorang cewek cantik yang sedang mencari tempat duduk lalu ia melihat Fendi yang sedang duduk sendirian “Mas, boleh saya duduk berdua dengan mas?” Tanya cewek itu “eh silahkan, duduk saja” jawab Fendi
Setelah itu cewek itu duduk dan menyantap makanan yang dia bawa, setelah selesai menyantap, Fendi berbicara kepada perempuan itu “Kayaknya aku pernah liat kamu, kamu kuliah dimana?” Tanya Fendi “saya kuliah di UI” jawab cewek itu “benarkah? Tapi aku tidak pernah liat kamu” Tanya Fendi masih bingung “iya saya mengambil jurusan kehutanan” jawab cewek itu “Ouh begitu” kata Fendi yang sudah yakin “iya, mas sendiri mengambil jurusan apa?” Tanya cewek itu “Kalo Aku mengambil jurusan ekonomi” jawab Fendi “Ouh iya kita belum kenalan namaku Fendi Sugena biasanya dipanggil Fendi, kalo namamu siapa?” sambar Fendi “Ouh kalo nama saya Ifa adzzahra biasanya dipanggil Ifa” jawab cewek itu “Ouh iya Ifa kamu sendiri kesini?” Tanya Fendi “Iya, teman-temanku masih belum selesai kuliahnya” jawab Ifa “kalo Fendi sendiri kenapa sendirian di sini” tambah Ifa “Ouh kalo aku memang ingin sendirian di café ini” Jawab Fendi “Ouh iya maaf yaa kalo aku menggangu kamu” jawab Ifa dengan bersalah “ouh gak apa-apa, aku senang kok ngobrol sama kamu” jawab Fendi dengan senang “Ouh iya boleh minta nomornya gak siapa tau kita bisa saling dekat” sambar Fendi dengan semangat “Ouh tentu nomor saya 085710443426” jawab Ifa “kalo nomorku 0897365327368” jawab Fendi “itu teman-temanku sudah selesai kuliahnya aku pergi duluan yaa” bilang Ifa “ouh iya makasih yaa udah menjadi teman ngobrolku” bilang Fendi “iya sama-sama” jawab Ifa Lalu Ifa dan Fendi pun beranjak dari tempat duduknya dan pergi dari café tersebut
Diawali dari pertama kali bertemu, menelpon dan makan bareng pun menjadi kebiasaan, hampir setiap minggu mereka melakukannya, pada suatu hari Fendi menjumpai Haris setelah kuliahnya selesai dengan penuh semangat. Dia menceritakan semuanya “Eh ris kamu punya gebetan baru nih” kata Fendi “siapa namanya?” Tanya Haris “namanya Ifa, dia katanya kuliah di UI juga, dia ambil jurusan kehutanan” kata Fendi “tampangnya gimana?” Tanya Haris “tampangnya sih manis, cakep, dan sopan” jawab Fendi “yaudah langsung kamu tembak aja” bilang Haris “tapi kalo dia gak mau menerima aku gimana?” Tanya Fendi sambil memegang handphone “aduh… ajak dulu aja dia makan siang bareng kek, minum di café bareng gitu, ntar kalo ada kesempatan langsung kamu tembak” bilang Haris “ouh yaudah aku akan telpon dia untuk makan siang bareng” ucap Fendi dengan penuh semangat “
Saat Fendi menelpon Syifa, Syifa pun juga menelpon Fendi. Karna tidak bisa nyambung Fendi pun mencoba untuk menelpon ifa lagi dan akhirnya pun dapat kesambung lewat telpon: “assalamu’alikum Ifa” bilang Fendi dengan senang “wa’alikum salam Fendi” jawab Ifa dengan senang pula “kuliahmu sudah selesai belum?” Tanya Fendi “sudah, memangnya kenapa?” Tanya Ifa “kamu sibuk gak setelah kuliah ini?” Tanya Fendi “enggak” jawab Ifa “mau gak kita makan siang bareng?” Tanya Fendi “boleh tadi aku juga ingin ngajak kamu makan bareng, dimana tempatnya?” Tanya Ifa “di café kemarin gimana?” bilang Fendi “boleh di situ juga” jawab Ifa “yaudah nanti kita ketemu di sana wassalmu’aikum” bilang Fendi “wa’alaikum salam” bilang Ifa telepon di tutup… “bagaimana Fan, berhasil?” Tanya Haris “berhasil Ris, mudah-mudahan dia mau menerima aku” jawab Fendi
Akhirnya Fendi pun bergegas menujuk ke arah café. Diiringi hati yang senang Fendi pun akhirnya membuka pintu café. Ternyata Ifa belum ada di café tersebut. Fendi pun menunggu Ifa dengan sabar. Setelah menunggu waktu yang cukup lama akhirnya Ifa pun sampai di café tersebut dengan tergesa-gesa “maaf yaa kalo aku buat kamu nunggu lama, tadi aku dapat kuliah tambahan sebentar jadinya lama deh” bilang Ifa dengan kecapean “iya gak apa-apa kok, aku juga baru sampai di sini” jawab Fendi “ouh iya mbak saya ingin memesan” sambil melamabaikan tangan ke pelayan “iya mas mau pesan apa?” Tanya pelayan “saya pesan fried beef French fries dan minumnya strawberry shake plus susu dan Ifa kamu mau pesan apa?” Tanya Fendi “saya samain aja mbak dan minumnya blueberry shake” jawab Ifa “ada lagi mas?” Tanya pelayan “údah itu aja mbak” jawab Fendi pelayan itu pun pergi menyiapakan pesanan “Ouh iya kamu ada apa yaa ngundang aku datang kemari?” Tanya Ifa “aku mau nanya kamu udah punya pacar, gebetan atau semacamnya gitu? Tanya Fendi ”belum, memangnya kenapa?” Tanya Ifa heran “gini Fa aku dari pertama kali kita ketemu aku udah nilai kamu sebagai cewek dan bertemu kamu buat aku jadi suka, mmm… kamu mau gak jadi kamu mau gak jadi pacar aku?” Tanya Fendi degan tegang “aku mau kok jadi pacar kamu, aku juga udah nilai kamu dari kamu ngasih tempat duduk ke aku dan aku nilai kamu sebagai cowok yang baik dan sopan” jawab Ifa” “kamu serius mau?” Tanya Fendi tidak percaya” “iya aku serius” jawab Ifa tegas
Mereka akhinya jadiaan berpacaran dan makanan pun datang menghamipiri mereka, dari awal memberikan kursi menjadi sebuah hubungan. Di café itu mereka itu berbicara cukup panjang dan saat waktunya ashar meraka berpisah. Jadiaan itu menjadi jadiaan yang ke dua puluh setelah 19 mantannya di tembak. Sampai di apartemennya Fendi pun berpikir di dalam kamarnnya apakah hubungan dia dengan Ifa sama dengan hubungannya yang cepat kadaluarsa dengan mantan-mantanya ataukah angka 20 menjadi petanda baik bagi Fendi untuk mendapatkan cinta sejatinya. Tapi yang terpenting bagi Fendi sekarang adalah dia harus bersyukur karna bisa mendapatkan pacar baru bukan yang ada di masa depan.
Jadiaan pertama kali mungkin menyenangkan bagi Fendi, namun jadian setelah beberapa minggu mungkin sudah menghawatirkan bagi seorang Fendi. Di kantin kampusnya Fendi bercurhat kepada Haris “aku khawatir dengan hubungan gua dengan Ifa” bilang Fendi “memangnya kenapa fen?” Tanya Haris “yaa aku ngeri aja apakah hubungan aku sama dia bakalan lama atau malah berhenti dengan tragis seperti yang sudah-sudah” bilang Fendi “kan kamu yang bilang sendiri katanya si Ifa ini cewek yang berbeda dari semua cewek yang kamu pacarin” kata Haris “yaa dulu Bella mantan terakhir aku juga aku ngomongnya gitu, dia berbeda dari cewek yang lain tapi ujung-ujungnya putus juga kan” bilang Fendi degan lesu “yaa kamu jalanin dulu aja hubungan kamu itu, percaya sama yang namanya Haris” bilang Haris dengan semangat Fendi pun hanya bisa mengangguk
Suatu hari Fendi mengajak Ifa ke pernikahan teman smanya di sebuah gedung di Jakarta Selatan. Banyak teman-temannya yang dari sma datang ke pernikahan tersebut, termasuk mantan-mantannya Fendi “apa kabarnya Fendi?” Tanya Irma salah satu mantannya “ouh baik-baik aja” jawab Fendi “Fen aku pergi ngambil makanan dulu yaa” bilang Ifa memotong pembicaraan “iya” jawab Fendi “jadi fendi, kapan mau nikah” Tanya Irma “jadi kamu masih berperinsip kalo cinta bisa kadaluarsa?” Tanya Irma “mmm… iya memangnya kenapa?” Tanya Fendi “kalo kamu masih berperinsip begitu sampe tua kamu gak bakal nikah, terus kapan kamu mau nikah” bilang Irma “gak bakal pernah kali yaa” bilang Fendi sambil ketawa di sisi lain Ifa mendegar percakapan mereka berdua “ouh iya aku ngumpul dulu yaa sama temen-temen” bilang Irma “iya…” jawab Fendi
Ifa hanya memandang Fendi dengan rasa kesal, lalu Ifa mengajak pulang Fendi. Fendi berpamitan kepada pengantin dan kepada teman-temannya untuk pulang lebih awal. Ifa dan Fendi pun langsung bergegas untuk pulang.
Di perjalanan Ifa bertanya dengan kesal “kamu ingat gak pertama kali kita ngedate?” Tanya Ifa waktu itu kamu bilang kalo cinta bisa kadaluarsa, masih? Tanya Ifa lagi “masih” jawab Fendi diam sejenak… “kamu mau gak nikah sama aku? Tanya Ifa “lah nikah kan beda sama pacaran, kalo pacaran tinggal putus. Tapi kalo nikah misalnya kadaluarsa harus ngurus warisan, serah anak, pembagian warisan dan lain” jawab Fendi “turunin aku sekarang!!!” sambil memukul dasbot mobil suara hening di mobil Fendi yang sedang diderek oleh mobil Derek
Sejak saat sifat Ifa pun berubah, dia menjadi seperti cewek-cewek biasa suka menyuruh-suruh Fendi untuk bayarin kebutuhan dia, nganterin dia dan lain-lain
Suatu hari Ifa menelpon menyuruh Fendi untuk menemani dia bertemu dengan teman-temannya “sayang, anterin aku dong ke tempat berkumpulnya teman-temanku” bilang Ifa “yah ini aku lagi mau nonton bola sayang” jawab Fendi “jadi kamu lebih pentingin bola daripada aku!!!” Tanya Ifa dengan marah “ini aku disuruh mama aku anterin ke bandara” jawab Fendi dengan berbohong “jadi kamu lebih pentingin mama kamu dari pada aku!!!” Tanya Ifa dengan marah lagi “yaudah nanti aku datang ke rumah kamu” jawab Fendi “jadi kamu lebih pentingin rumah aku daripada aku!!!” Tanya Ifa dengan marah lalu menutup telpon
Lalu Fendi ke rumah Ifa dan mengantar Ifa ke tempat janjian. Setelah sampai ke sebuah rumah makan Ifa pun mencari teman-temannya, lalu ia berbicara dengan teman-temannya. Fendi yang dari tadi mengikuti alur pembicaraan Ifa langsung bebicara kepada Ifa “sayang aku beli es krim dulu yaa” bilang Fendi “iya-iya” jawab Ifa dengan acuh setelah Fendi pergi teman-temannya Ifa mulai membicarakan Fendi “Fa kamu yakin mau cowok kayak gitu?” Tanya seorang temannya “dari tampangnya sih kayak gak pernah mandi” sambar seorang temannya lagi “kata orang-orang di kampus aku sih dia orangnya pintar” jawab Ifa “pintar gimana if? Tampangnya culun kayak gitu” Tanya seorang temannya “kepribadian seseorang harus ditanya ke keluarganya” jawab Ifa “memangya keluarga lu udah dekat sama keluarganya dia?” Tanya temannya “yaa gitu deh” jawab Ifa “dia pernah bilang ke aku kalo dia gak percaya sama yang namanya cinta dan dia juga bilang kalo cinta bisa kadaluarsa” tambah Ifa “itumah biasa semua cowok juga bilang begitu” bilang temannya “kayaknya sih gak bakalan cocok” jawab Ifa
setelah selesai berbicara akhirnya Fendi dan Ifa pun pulang sebelum memasuki mobil, syifa berbicara “fen aku mau bilang sesuatu sama kamu” bilang Ifa “mau bilang apa?” Tanya Fendi keheranan “akhir-akhir ini aku udah mulai ragu sama kamu dan kita udah gak bisa sama-sama lagi Fen” jawab Ifa “jadi ki” Fendi masih setengah ngomong “kita putus” sambar Ifa dengan cepat
keheningan terjadi di mobil, Fendi pun mengantar Ifa ke rumahnya dan Fendi kembali ke apartemennya. Telpon tidak pernah lagi berdering. Setelah keputusan itu, sifat Fendi pun murung tidak seperti biasanya yang selalu ceria. Lalu temannya Haris menanya Fendi “kenapa kamu Fen akhir-akhir lu pemurung?” Tanya Haris “aku habis putus Ris” jawab Fendi “sama si Ifa?” Tanya Haris “iya, kamu sih gak percaya sama aku, udah aku bilang cinta itu bisa kadaluarsa, sekarang kamu liat aku jadi kayak gini” jawab Fendi sambil manyalahkan Haris “sekarang kamu jujur sama aku, kamu sayang gak sama dia?” Tanya Haris “yaa sayang” jawab Fendi “kalo kamu masih sayang berarti cinta kamu tuh belum kadaluarsa” jawab Haris dengan yakin “tapi kan dia udah gak sayang lagi sama aku” kata Fendi “sekarang gini yang namanya cinta bukan dilihat keberhasilan seseorang untuk lama berpacaran, tapi keberhasilan seseorang dilihat cara pengorbanan seseorang kepada yang dia sayang” jawab Haris “ouh gitu yaa” Tanya Fendi kurang yakin “iya, kamu udah berapa lama berapacaran sama dia?” Tanya haris “udah 5 bulan” jawab Fendi lemas “5 bulan, berarti dia cewek terlama yang kamu pacarin dong?” Tanya Haris “ouh iya tanpa aku sadari dia cewek terlama buat aku” bilang Fendi yang mulai semangat “betulkan, bisa jadi dia adalah cinta sejati kamu” jawab Haris “bisa jadi, eh anterin aku kerumahnya dong” pinta Fendi “nah itu yang namanya semangat” bilang Haris
setelah itu Fendi dan Haris pun bergegas ke rumah Ifa untuk minta baikan kembali. Dan setelah sampai di rumah Ifa Fendi mengetuk pintu rumah Ifa dan sebelum mengetuk pintu tiba-tiba terbuka dan yang membukanya adalah Ifa “kamu mau apa datang ke sini kan kita udah gak ada hubungan?” Tanya Ifa “aku datang ke sini mau ngasih tau kamu kalo kepala aku sudah gak mendung” jawab Fendi “sudah gak mendung?” Tanya Ifa keheranan “iya aku salah, aku pikir cinta bisa kadaluarsa, aku pikir lagi dan akhirnya aku sadar kalo cinta gak bisa kadaluarsa tidak seperti makanan yang cepat basi atau kadaluarsa” Bilang Fendi “terus?” Tanya Ifa masih bingung “terus? Yaa aku mau kamu suruh-suruh, aku mau ngenterin kamu selama sama kamu aku mau” jawab Fendi “kamu tau soulmate?” Tanya Ifa dengan senyuman “gak, tapi aku taunya kamu untuk aku” jawab Fendi
setalah kejadian itu, Fendi dan Ifa akhirnya berbaikan. Entah berapa lama hubungan mereka berjalan tapi Fendi tidak pernah ragu untuk menjalaninya. Dan semenjak itu angka 20 tidak pernah lagi bertambah dalam hidup seorang Fendi.
TAMAT
Kamis, 27 Juni 2013
PRJ = Liburan ke pantai
Hai nama gua M. Endi, biasanya dipanggil endi, ndi, atau juga en tapi kalo orang bule manggil jadinya Mendy
Saturday, 22 june 2013
Malam minggu ini, gw sekeluarga pergi ke PRJ, saudara dan pembokat gua juga ikut. Rencananya sie pengen beliin gw smartphone.... berhubung gua gk dapat ranking satu... jadinya gua malah di beliin sofa, huhuhu sedihnya : (, tapi gua malah jatuh cinta sama sofanya.
Di dalam perjalanan pembokat gua (gak enak kayaknya kalo manggilanya pembokat yaa, asisten ibu gua aja deh) yaa kita lanjutkan, asisten ibu gua malah muntah, udah dia muntah kena buku kesayangan gua (radith yang versi kambing jantan) TIDAAAAAK!!!!!, saat itu gua melakukan kebodohan yang amat bodoh ( iyalah bodoh, namanya juga kebodohan) gua bilas itu buku dengan air + disikat (pasti pada bingung kenapa ada sikat, sama sih... tiba" aja dalam mobil ayah gua ada sikat baju) gua sikat mukanya radit dan akhirnya gambar mukanya hilang, lalu gua tulis aja KAMBING JANTAN TANPA MUKA hehehe.....
Temen" gua pada ngajakin gua untuk liburan ke PRJ, kata mereka sih di sana banyak cewek cantik termasuk cewek promosiin barang" yang hanya memakai rok sepaha, kata mereka sie itu enak untuk menyegarkan mata ( parah yaa padahalkan itu dosa). tapi gua berbeda dengan mereka, gua ini termasuk orang alim (alim = anak liar mata) yaa gitu deh. Tapi jujur gua paling enak ke PRJ sama orang tua soalnya kita minta apa aja pasti ada duitnya hehehe..., berbeda sama temen, setiap kali gua pergi pasti temen gua pada minjem duit ke gua dan sampe sekarang mereka belom balikin tuh duit ( ada gak sih yang punya teman se sekampet temen gua )
Disana gua merasa seperti binatang ternak, karna saking banyaknya pengujung yang berdesak" kan udah pada bau mulutnya seperti sapi yang gak gosok gigi (iyalah ndi mana ada sapi yang gosok gigi). Disana gua pegel" kakinya.... namun bokap sama nyokap gua tetap aja jalan terus. Gila yaa... tapi karna gak mau malu sama yang tua akhirnya gua paksa kaki gua
Gw : * ayo kaki kamu pasti bisa, ( sambil melangkah )
kaki : * lu mah enak gak ngapain", gua terus yang gerak
akhirnya perlahan" kaki gua mau menuruti apa yang gua mau, dan akhirnya kaki gua mau menuruti gua untuk pergi ke bangku untuk duduk ( akhirnya duduk juga). di samping gua duduk, eh ada pengemis yang liat gua. gua pengen ngasih tapi dompet gua ada seribu dan lima ribu. karna gua orangnya dermawan (dermawan = derita maw ngasih uang) jadi gua masukkin tuh lima ribu ke dompet dan seribunya buat amal.
Rencana lainnya gua pengen modus sama cewek yang ada di PRJ ( hehehe iseng", siapa tau dapat gebetan baru), tapi berhubung gua sibuk harus milih" barang yang gw mau beli akhirnya gak kesampaian. sampe akhirnya gw nyasar ke panggung untuk melihat band" yang ada disana.
Disamping gw menonton, akhirnya malah gua yang di modusin sama cewek. cewek itu melihat gua dengan tatapan yang agak liar seperti ular yang berbisa ( jangan salah ini bukan lagu hello lho).
gw : * mw ngapain nie cewek ( sambil melihat senyumannya)
cewek : ( jalan ke arah gua lalu duduk disamping gua )
gw sih enak di deketin cewek tapi auranya setelah deket sama dia seperti deket sama ular buas beneran, moga" aja dia bukan siluman ular. Dan akhirnya gua pindah tempat duduk namun dia masih deketin gua. Setiap gua pindah kemana, pasti diikutin, udah kayak digentayangin siluman ular. pikiran gua pun kacau dan berfikir
gw : * nie cewek kalo gua ke kamar mandi dia ikutin gak yaa... ( sambil meliahat ke arah lain padahal ujung"nya juga gua yang ngeliatin)
karna hari sudah semakin malam dan keluarga gw udah pada capek, akhirnya sekeluarga pulang dan akhirnya gua bisa juga bebas dari jeratan medusa
PS : jika anda ingin modus ke orang lain liat" dulu situasi, tempat dan waktu
ket : crita ini diambil dari yang sebenarnya dan ini merupakan gagasan teman sd gua, ( thank's for reading)
Saturday, 22 june 2013
Malam minggu ini, gw sekeluarga pergi ke PRJ, saudara dan pembokat gua juga ikut. Rencananya sie pengen beliin gw smartphone.... berhubung gua gk dapat ranking satu... jadinya gua malah di beliin sofa, huhuhu sedihnya : (, tapi gua malah jatuh cinta sama sofanya.
Di dalam perjalanan pembokat gua (gak enak kayaknya kalo manggilanya pembokat yaa, asisten ibu gua aja deh) yaa kita lanjutkan, asisten ibu gua malah muntah, udah dia muntah kena buku kesayangan gua (radith yang versi kambing jantan) TIDAAAAAK!!!!!, saat itu gua melakukan kebodohan yang amat bodoh ( iyalah bodoh, namanya juga kebodohan) gua bilas itu buku dengan air + disikat (pasti pada bingung kenapa ada sikat, sama sih... tiba" aja dalam mobil ayah gua ada sikat baju) gua sikat mukanya radit dan akhirnya gambar mukanya hilang, lalu gua tulis aja KAMBING JANTAN TANPA MUKA hehehe.....
Temen" gua pada ngajakin gua untuk liburan ke PRJ, kata mereka sih di sana banyak cewek cantik termasuk cewek promosiin barang" yang hanya memakai rok sepaha, kata mereka sie itu enak untuk menyegarkan mata ( parah yaa padahalkan itu dosa). tapi gua berbeda dengan mereka, gua ini termasuk orang alim (alim = anak liar mata) yaa gitu deh. Tapi jujur gua paling enak ke PRJ sama orang tua soalnya kita minta apa aja pasti ada duitnya hehehe..., berbeda sama temen, setiap kali gua pergi pasti temen gua pada minjem duit ke gua dan sampe sekarang mereka belom balikin tuh duit ( ada gak sih yang punya teman se sekampet temen gua )
Disana gua merasa seperti binatang ternak, karna saking banyaknya pengujung yang berdesak" kan udah pada bau mulutnya seperti sapi yang gak gosok gigi (iyalah ndi mana ada sapi yang gosok gigi). Disana gua pegel" kakinya.... namun bokap sama nyokap gua tetap aja jalan terus. Gila yaa... tapi karna gak mau malu sama yang tua akhirnya gua paksa kaki gua
Gw : * ayo kaki kamu pasti bisa, ( sambil melangkah )
kaki : * lu mah enak gak ngapain", gua terus yang gerak
akhirnya perlahan" kaki gua mau menuruti apa yang gua mau, dan akhirnya kaki gua mau menuruti gua untuk pergi ke bangku untuk duduk ( akhirnya duduk juga). di samping gua duduk, eh ada pengemis yang liat gua. gua pengen ngasih tapi dompet gua ada seribu dan lima ribu. karna gua orangnya dermawan (dermawan = derita maw ngasih uang) jadi gua masukkin tuh lima ribu ke dompet dan seribunya buat amal.
Rencana lainnya gua pengen modus sama cewek yang ada di PRJ ( hehehe iseng", siapa tau dapat gebetan baru), tapi berhubung gua sibuk harus milih" barang yang gw mau beli akhirnya gak kesampaian. sampe akhirnya gw nyasar ke panggung untuk melihat band" yang ada disana.
Disamping gw menonton, akhirnya malah gua yang di modusin sama cewek. cewek itu melihat gua dengan tatapan yang agak liar seperti ular yang berbisa ( jangan salah ini bukan lagu hello lho).
gw : * mw ngapain nie cewek ( sambil melihat senyumannya)
cewek : ( jalan ke arah gua lalu duduk disamping gua )
gw sih enak di deketin cewek tapi auranya setelah deket sama dia seperti deket sama ular buas beneran, moga" aja dia bukan siluman ular. Dan akhirnya gua pindah tempat duduk namun dia masih deketin gua. Setiap gua pindah kemana, pasti diikutin, udah kayak digentayangin siluman ular. pikiran gua pun kacau dan berfikir
gw : * nie cewek kalo gua ke kamar mandi dia ikutin gak yaa... ( sambil meliahat ke arah lain padahal ujung"nya juga gua yang ngeliatin)
karna hari sudah semakin malam dan keluarga gw udah pada capek, akhirnya sekeluarga pulang dan akhirnya gua bisa juga bebas dari jeratan medusa
PS : jika anda ingin modus ke orang lain liat" dulu situasi, tempat dan waktu
ket : crita ini diambil dari yang sebenarnya dan ini merupakan gagasan teman sd gua, ( thank's for reading)
Langganan:
Postingan (Atom)